view of Pacet Village

1 Agustus 2015

Jangan Pernah Merasa Rugi

Ini mau ngomongin tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) Kesehatan. Terlepas dari isu kontroversial yang sedang berlangsung saat ini.

Kemarin saya bersama teman-teman menjenguk tetangga , beliau baru menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di tangannya. Dari obrolan kami beliau berobat dan dirawat di RSUD dengan menggunakan fasilitas BPJS. Beliau yang sudah sepuh  merasa sangat terbantu dan puas dengan pelayanan yang diberikan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Kami yang mendengar cerita dan melihat keadaan beliau yang berangsur pulihpun ikut senang.

Sementara itu dalam  obrolan lain, di tempat yang berbeda, saya sering mendengar orang mengeluh, merasa rugi karena telah ikut BPJS sekian lama tapi  belum pernah menggunakan, tentunya karena tidak sakit.

Bila memakai  perhitungan dagang   telah mengeluarkan uang begitu banyak tapi tidak pernah merasakan kegunaan secara langsung tentu akan merasa rugi. Tapi mengapa tidak berfikir dari sisi yang positif, sisi yang akan membuat kita lebih bersyukur .

1. Secara tidak langsung kita telah membantu/bersedekah kepada orang yang sedang membutuhkan,  yang sedang sakit dan memerlukan banyak biaya.( walaupun uang dari kita hanya sebagian kecil ) .  Jika kita melihat orang senang dan bahagia kitapun akan ikut bahagia. Kebahagiaan itu bisa menular lho

2. Bukankah kita diberikan sesuatu yang sangat berharga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan   tidak perlu pergi ke dokter. Percaya deh walaupun bisa berobat gratis...sehat itu jauuuh lebih nikmat.

Tuhan sudah memberikan keberuntungan yang berlipat kepada  kita; diberi kesehatan dan  diberi kesempatan ( membantu orang lain yang membutuhkan) .

Berhentilah mengeluh dan jangan pernah merasa rugi.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?  ( Q.S 54. 13 )


12 November 2014

Bahagia itu Sederhana

Bersyukur campur terharu perasaan saat itu..ketika sedang berjalan menuju super market di depan komplek rumah, tiba-tiba  ada yg berteriak memanggil-manggil  namaku. Berhenti di sampingku sebuah angkot dan pengemudi angkot yang masih muda itu tertawa lebar melihatku, setelah kuamati ternyata dia adalah Eko. Sudah lama tidak melihatnya tapi karena situasi yang tidak memungkinkan kami hanya saling menyapa sebentar sebelum dia melanjutkan 'tugas' dengan angkotnya.

Beberapa tahun yang lalu aku bersama beberapa teman pernah mengajar dan mendidik Eko dan teman-temanya di rumah". Mereka adalah anak-anak yang sebagian besar waktunya menggelandang di jalan, biasa disebut anak jalanan. Waktu itu  mereka anak-anak seusia SD bahkan ada yang lebih kecil lagi karena ada yang mengemis sambil membawa adiknya. Menurut pengamatanku faktor yang menyebabkan mereka turun ke jalan selain karena  faktor tekanan ekonomi, rata-rata mereka  adalah keluarga yang tidak utuh atau broken home, ada yang utuh mempunyai ibu-bapak tapi salah satu nya entah ibu atau bapak adalah ibu tiri/bapak tiri.
Selain memberi pelajaran dasar aku selalu menanamkan rasa malu untuk jadi pengemis (lebih baik jadi pemulung karena ada unsur usahanya), dan menasihati agar selalu berbuat yang tidak merugikan orang. Walaupun pada awalnya susah karena penghasilan sebagai pengemis jauh lebih besar dari pada pemulung, penyemir sapatu atau pengamen, juga dimarahi ibunya karena setoran kurang, tapi lambat laun ada perasaan malu untuk mengemis terutama pada anak yang lebih besar.

Setelah beranjak besar mereka hidup terpencar tapi beberapa di antara mereka masih sering datang ke rumah minta makan sambil bermain atau sekedar curhat. Setiap datang aku selalu meminta mereka untuk bercerita apa yang dilakukan atau dirasakan mereka. Biasanya mereka bercerita dengan antusias saling berebut dan mengadu tentang kelakuan teman mereka atau perlakuan yang mereka terima dari orang sekitarnya, ya mereka butuh tempat untuk curhat. 
Di antara mereka ada yg telah 'berdamai' dengan orang tua berhasil melanjutkan sekolah, sedang anak perempuan ada yang telah menikah,  dan  Eko termasuk anak yang paling 'nakal' di antara temannya, biarpun  belum dewasa tapi   pahitnya  kehidupan sudah dia rasakan, pengalamannya sudah banyak.
Kini walaupun 'sekedar' sopir angkot, dia telah berhasil mengangkat harga dirinya tidak menjadi pengemis atau pencopet.

Mudah-mudahan dia dapat melanjutkan hidupnya dengan lebih baik lagi... semoga!

1 Juli 2014

Napak Tilas

    "Kenangan adalah bagian dari masa lalu 
    yang mengantarkan kita ke masa depan."

Sudah lama kami; saya,  kakak dan adik-adik   mempunyai keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat "bersejarah"... bukan.. bukan sejarah bangsa seperti  museum , candi atau peninggalan bernilai sejarah  lainnnya  tapi sejarah kami bersama. Ya kami berencana untuk menyusuri rempat-tempat masa kecil, tempat di mana kami dibesarkan yang penuh kenangan indah,  atau biasa disebut ..Napak Tilas.
Awalnya keinginan itu hanya berupa wacana karena kesibukan masing-masing dan tempat tinggal yang berjauhan maka akan susah bagi kami untuk bisa berkumpul secara bersamaan. Sebulan belakangan pembicaraan kami semakin intens, berterimakasih kepada teknologi karena kami yang terpisah-pisah  bisa sering "rapat' lewat BBM dan lainnya :) . Akhirnya 'rapat' memutuskan untuk melaksanakan ' niat mulia'  ini bertepatan dengan moment menyambut bulan suci Ramadhan . Kami sepakat untuk berkumpul di rumah ibu di Bandung untuk sungkem dan pengajian menjelang bulan suci dengan agenda tambahan wisata nostalgia dan wisata kuliner :D.

Pengajian
Hari Sabtu kami berkumpul di rumah ibu dengan masing-masing membawa makanan alias botram atau istilah kerennya potluck, hanya saya yang tidak membawa banyak makanan dengan alasan paling jauh, repot, dll  -alasan yang dibuat-buat :(-.  Hari itu kami mengadakan pengajian, sungkeman kepada ibu dan bermaaf-maafan karena ingin menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih.
Keesokan harinya adalah hari yang sudah direncanakan,  menjelang siang kami berangkat, hanya sayang karena satu dan lain hal ada adik kami yang tidak bisa ikut, kami pergi berenam,  ipar saya  yang menyetir dan menemani kami ke tempat-tempat yang dituju. Bagaimana dengan anak-anak kok engga ikut ? oh mereka dengan ikhlas melepaskan emak-emaknya untuk bernostalgia  :D. Dalam perjalan aura nostalgia sudah terasa kami berebut menceritakan kejadian-kejadian yang dialami waktu dulu diiringi derai tawa berkepanjangan, hanya saja ada juga yang berperan sebagai pendengar yaitu adik yang paling kecil karena dia lahir bukan di daerah situ dan adik ipar yang tentu saja waktu itu belum kenal sama sekali.

Pertama kami menuju tempat makan di Jl. Macan yang sudah lama kami incar, dulu waktu kami masih tinggal di daerah situ rumah makan itu belum ada tapi dengan banyaknya cerita tentang tempat makan ini maka sekalian kami ke sana, juga sebagai ajang pembuktian apakah benar lokasinya di tempat dulu ada pabrik kue rumahan. Ketika kecil dulu kami sering membeli kue di sana tapi bukan kue utuh yang dibeli , pemilik pabrik biasa menjual kepada anak-anak sekolah berupa bubuknya (kue yang hancur ).. hehe., dan saya sering ketika pergi atau pulang sekolah mampir untuk jajan bubuk kue :)
Setelah mengisi perut maka mulailah petualangan itu mobil kami parkir dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Kami berkeliling mencari dan melihat tempat yang dulu berkesan bagi kami, seperti yang kami duga tempat itu sudah banyak berubah bahkan rumah tempat tinggal kami dulu bangunan nya sudah berubahdari aslinya,  tidak ada halaman tersisa padahal dulu kami merasakan halaman itu terasa luas.. Beruntung kami bertemu dengan salah seorang "keturunan" penghuni lama yang menerima kami dengan ramah dan  bertukar cerita tentang keadaan di sana, juga memberitahu siapa saja yang masih 'tersisa'di daerah tsb.  kemudian kam melanjutkan berkeliling, kami sangat senang bila melihat ada bangunan/tempat yang masih sama dengan dulu. 
Rumah lama yang masih terawat
Gembira sekali ketika kami menemukan sebuah rumah yang bangunannya masih asli dan tetap terawat, rumah yang juga dulu mempunyai kenangan karena kami sebagai anak-anak sering bermain melihat "kakak-kakak " berlatih musik di sana.Ingin rasanya mengetuk pintunya tapi rumahnya terlihat sepi dan kami ragu apakah penghuninya tidak akan terganggu dengan kedatangan kami.

 Lebih dari 2 jam kami berkeliling dan berfoto ria, kami beranjaik ke tempat penjual es campur di Jl, Putri dan menghilangkan haus dan mencicipi siomay Bandung . Setelah itu kami sembahyang Ashar di sebuah mesjid yang bersejarah bagi kami, karena dulu tiap sekolah selalu memakai jalan pintas lewat mesjid dan hampir setiap sore mengaji di sana.( yang kami ingat mesjid itu selalu direnovasi tidak pernah selesai dibangun), kebetulan  mesjid itu letaknya di Jl. Sancang dekat dengan Sekolah Dasar di mana kami dulu bersekolah, jadi saya bisa mampir melihat-lihat keadaan sekolah tsb.
jalan yang ada di sebelah ex rumah

Waktu yang tersisa kami guunakan untuk mengunjungi daerah rumah kedua setelah kami pindah dari rumah pertama yaitu di  jl. M. Ramdhan. Obrolan pun beralih ke masa kami tinggal di sana, banyak kenangan yang tak terlupakan, berhenti sejenak di depan ex rumah yang telah berubah menjadi sangat besar karena pemilik sudah menyatukan beberapa rumah dan menjadi sebuah show room mobil, jadi tentu tidak ada bagian seperti yang ada di memori kami.

Kami berjalan pulang dengan perasaan bahagia karena kerinduan akan masa lalu telah terpuaskan. Secara fisisk bangunan dan tempat masa kecil tentu banyak berubah apalagi ketika waktu kecil sesuatu yang terlihat besar dan luas ( misalnya lapangan atau bangunan ) ternyata sekarang terlihat seperti berubah mengecil, .ya tentu skala pandang anak kecil dengan orang dewasa jauh berbeda. 

Kami pun berjanji akan melanjutkan apa yang telah kami awali ini apabila waktu memungkinkan. Semoga         ...........boootii...............



O ya ternyata kumpul-kumpul  ini sangat membahagiakan Ibu , berkali-kali belaiu mengucapkan syukur dan kebahagiaan bahwa kami semua dapat berkumpul bersama.
Mengharukan bagi kami ternyata sangat sederhana kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh beliau yaitu berkumpul bersama yang tidak selalu dapat kami wujudkan . 
Mudah-mudahan kami dapat terus membahagiakan beliau di masa tuanya....Amin yra

" Happiness isn't always about how much you have,

 it's about  enjoying wahat you "do" have. "   -quote central-

22 Desember 2013

Happy Mother Day (2)



MOTHER

The bright glow of this candle
Reminds me, Mom, of you.
The way you're always there for me,
The thoughtful things you do.


So many of the times wi've shared
are precious to recall.
Like the glow of candlelight,
They warm my heart and soul.



So when you light this candle
May it's warm reflection be
A reminder of how special, Mom
You'll always be to me



#a gift From my son 

Selamat Hari Ibu ( 1)

Hari Ibu !...apa yang langsung terpikirkan di benak ? pasti terbayang sosok  ibu kita dengan segala karakter dan tindak-tanduknya yang selama ini akrab dalam kehidupan kita.
Begitupun saya....



Ibu saya adalah seorang yang sederhana,  walaupun  beliau tidak berpendidikan tinggi  temannya banyak karena beliau adalah orang yang ramah dan penolong.
Dibalik kesederhanaannya beliau adalah orang yang tangguh terbukti setelah ayah saya meninggal  beliau sanggup mengurus 7 orang anak yang belum dewasa,   adik saya yang paling kecil waktu itu baru berumur kurang lebih 3 tahun.
Sifat lainnya adalah sabar dalam menerima berbagai cobaan, dan selalu melihat sisi kebaikan dari setiap orang meskipun orang itu pernah menyakiti nya. bahkan ada orang-orang yang pernah menyakiti beliau akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan dan berbalik memuji-muji beliau sebagai orang yang sabar

Dalam berteman  beliau tidak pernah  memilih ,sejak dulu  banyak penjual keliling seperti tukang sayur atau tukang kue  bahkan tukang becak akrab dengan beliau. Beliau selalu melakukan pendekatan personal, tidak jarang kalau melihat para penjual yang kelelahan atau udara panas mereka  ditawari minum teh atau kopi dingin ataupun makan walau seadanya. Intinya beliau selalu berempati dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang itu, beliau selalu mengatakan untu kbisa  menempatkan diri kita sebagai mereka ketika suatu peristiwa terjadi. Tidak heran ketika kami  pindah rumah tukang becak rela untuk libur menarik becak hanya untuk membantu membereskan dan mengangkut barang-barang kami tanpa mau dibayar, para penjualan langganan dan para tetangga pun  ikut membantu dan merasa sedih akan berpisah dengan ibu saya.
 Begitupun di tempat baru orang-orang kecil itu menjadi teman bagi beliau; bahkan beberapa penjual yang merasa berhutang budi kadang  berkunjung ke rumah walau sudah tidak berjualan lagi. 

Ada hal-hal yang saya ingat ;

- Beliau selalu menyuruh saya membeli opak yang ditawarkan oleh bi Neneng  yang sering mampir ke rumah, awalnya saya membeli dengan terpaksa karena saya dan anak-anak tidak begitu suka, tapi beliau  mengatakan bahwa kita membeli untk menolong dan menghargai si bibi ,' kan kita punya uang lebih untuk sekedar membeli opak' ,  kalau opak nya tidak suka bisa diberikan kepada orang lain.
- Jika berkunjung ke kampung pasti  ada saudara atau orang lain yang mengucapkan terimakasih kepada saya atas 'sesuatu' yang diberikan, awalnya saya bingung dan hanya tersenyum membalasnya karena  merasa tidak  berbuat sesuatu.  Tenyata ibu sayalah yang selalu memberi 'sesuatu' atas nama saya, beliau mengatakan bahwa sebagian uang yang saya kasih beliau berikan kepada mereka atas nama saya, alasannya:"biar mereka merasakn rejeki kamu",  saya tersentak...  Kalaupun ada pahala yang Allah swt  berikan, pastilah untuk beliau walaupun itu uang saya tapi beliaulah yang berinisiatif mulia.... wallahu'alam.
- Ibu  saya selalu mendoa'kan dengan tulus walaupun kepada orang yang pernah menyakitinya, karena beliau selalu melihat sisi kebaikan dari setiap orang.
- Ibu saya selalu menghormati tamunya bahkan menurut kami anak-anaknya kadang 'berlebihan', tidak heran beliau selalu mempunyai persediaan makanan khusus jika ada orang yang berkunjung ke rumah. Kami anak cucunya kerap menggoda kalau beliau mempunyai gudang bawah tanah untuk penyimpanan kue dan kripik hehe.
-Ibu saya yang sudah sepuh tidak pernah alpa mengnjungi nenek (baru setahun yll nenek meninggal), setiap selesai mengambil pensiun selalu mengajak adik mengantarnya ke sana dengan mebawa makanan kesukaan nenek yang memang selalu ditunggu. Setiap pulang tidak pernah lupa memberi uang kepada pembantu nenek walaupun tidak banyak tapi selau disertai ucapan terimakasih. Beliau mengatakan kepada kami beterimakasih karena pembantu itu sudah mau mengurus nenek yang tidak bisa dilakukan olehnya.

Dari sini saya belajar  bahwa kepada orang tua itu bukan kalau ada kelebihan atau kesempatan  baru memberi perhatian  tetapi harus dimasukkan dalam prioritas .
cucu & cicit
Saya pun belajar untuk selalu bersyukur dan menikmati yang telah diberikan oleh Allah swt apapun bentuknya. (saya selalu terbayang wajah beliau  ketika menerima pemberian dari siapapun dalam bentu apapun).

Kini ibu saya sudah berusia lanjut walaupun kebiasaan beliau tidak berubah tapi tentu fisik dan kesehatan sudah tidak seperti dulu lagi, Alhamdulillah 'buah tidak jatuh jauh dari pohonnya' ada adik-adik saya yang merawat dan menemani beliau dengan penuh kesabaran. . .we are proud of you sisters..

Semakin bertambah usia saya semakin mengerti , merasakan  dan memahahami apa yang menjadi kebiasaan beliau, ketulusan dalam memberi, keikhlasan dalam menolong.
 Mudah-mudahan saya mampu  mengikuti langkah beliau   yang luar bisa ini. 


Ibu saya orang yang sederhana tetapi hatinya seluas samudra.


Cumi Ranger

Semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan dan umur yang berkah disisa hidupnya
Amin..amin ya Rabbal alamin

22 November 2012

HAMDALLAH


Allah Ya Rabb.. 

Izinkanlah kembali aku bersimpuh dihadapanMu,
maafkan aku kali ini tidak untuk meminta seperti biasa,
tapi aku ingin mengucap syukur yang tak terperi,
atas segala karunia yang telah engkau limpahkan kepada kami,
kebahagiaan yang tak terkira atas nikmat yang telah Kau beri,
syukur ..dan ..syukur yang tiada henti
Alhamdulillahirabbil'alamiin.........

2 Oktober 2012

Yang Kunanti

tik..tik..tik..tik.
hujan rintik-rintik
gerimis
 yang lama ditunggu
yang lama dirindu
krna panjangnya kemarau
tik.....tik...t ..i..k..,
ah.. kenapa  berhenti
.kenapa hujan tidak jadi..
panas semakin menjadi

rain in Paris


bbbrrr.........
tiba-tiba langit gelap
hujan mengguyur di senja hari
..syukur pada MU..
hujan yang diharap-harap
 setelah sekian lama dinanti
memuaskan rasa rindu






oh senangnya
akhirnya
kesempatan itu datang juga

kembali dapat mencium ..
bau tanah dikala hujan...