view of Pacet Village

11 Februari 2022

Cerita Ringan di Rukah Sakit 1

 Kemarin saya kontrol ke Rumah Sakit, seperti biasa banyak pasien menunggu, banyak yang tidak kebagian tempat duduk karena saat pandemi dudukpun harus berjarak, jadi tidak semua kursi  bisa diduduki karena harus berselang, yang tidak kebagian kursi terpaksa berdiri berjarak pula. Jadi kelihatan ruangan penuh padahal sudah diberlakukan sistim quota pasien.

Di dekat saya ada seorang  bapak sepuh yang kelihatan tidak tenang duduknya ketika menunggu panggilan untuk masuk.

 Seorang perawat ke luar sambil memanggil pasien : "Bapak Markum..." berulang nama itu dipanggil tidak ada yang datang. Orang-orang memandang si bapak yang kelihatan bingung, lalu   terjadilah percakapan:

+ Bapak namanya Markum?

- Apa ? Kata si Bapak sambil memegang kupingnya

+ Itu pak Markum dipanggil.

Kemudian si Bapak sepuh berdiri dan berjalan tapi bukan ke pintu ruangan dokter malah ke pintu arah ke luar. Ramai orang memberitahu bahwa ruangan dokter sebelah sana. Si Bapak berjalan ke arah yang benar, ditanya oleh perawat.

+ Bapak  Markum

Setelah ditanya berulang baru dia menjawab.

- bukan nama saya pak Sabar.

+ Oh berarti salah, silakan bpak menunggu lagi.

Si Bapak sepuh kembali berjalan ke arah pintu ke luar, diberi tahu lagi bahwa itu pintu ke luar dan diminta duduk lagi.

Si Bapak kembali sambil berkata pelan: "Saya mencari orang yang tadi antar saya, karena tanpa dia saya tidak bisa mendengar". Rupanya si Bapak dari tadi mencari pengantarnya.

Mendengar itu, semua terdiam sambil memandang si Bapak dengan pikiran dan perasaan masing-masing antara kasihan,  trenyuh dan tersenyum lucu.

Kalau kalian ada di situ apa yang dirasakan melihat kejadian ini?

*Pesan moral: jangan membiarkan/meninggalkan orangtua yang sudah kurang pendengarannya di tengah keramaian.





10 Februari 2022

Solidaritas di masa Pandemi

 Pandemi kali  ini memang luarbiasa.

Pertama kali terdengar di Indonesia tentang wabah covid ini di awal tahun 2020. Terdengar kabar di China ada wabah covid yang mematikan dan gampang sekali menular. Kala itu kita masih merasa tenang malah dengan jumawa mengatakan covid itu tidak akan mempan pada orang indonesia,  orang Indonesia kebal terhadap bermacam penyakit karena gaya hidupnya yang terbiasa dekat dengan 'sumber penyakit'.

Ternyata setelah beberapa orang terpapar dan akhirnya menyebar tak tertahan. Sampai kini hampir 2 tahun pandemi ini belum juga usai.

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, korban makin banyak jatuh. Tak terhitung berapa tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan menjadi korban, awalnya banyak orang lanjut usia yg rawan terpapar tapi kini virus itu menyerang berbagai usia dari mulai bayi sampai orang tua yang sudah renta.

Dengan semakin banyak korban, Rumah sakit kewalahan menerima pasien, UGD penuh membludak tidak dapat menampung pasien dengan layak. Jadi pasien yang tidak bergejala atau dengan gejala ringan disarankan untuk ISOMAN ( Isolasi Mandiri) di rumah atau di tempat khusus untuk ISOMAN.




Masalahnya jika harus isolasi semua penghuni rumah, tidak ada yg bisa beraktivitas ke luar rumah untuk kebutuhan sehari-hari, atau orang yang tidak mampu mengurus sendiri tempat atau lainnya.

Alhamdulillah ternyata disaat-saat seperti ini muncul orang-orang yang baik hati, yang dengan tulus membantu tetangga, teman  ataupun orang-orang yang tidak kenal sama sekali.

Ketika ada warga terpapar di kompleks temptat saya tinggal yang harus Isoman, secara sukareka ibu- ibu tetangga memberi bantuan makanan setiap hari, awalnya secara pribadi masing- masing memberi bantuan, tetapi ketika  setiap hari yang terpapar bertambah, sehingga komplek saya menjadi zona merah,  dengan cepat bantuan berubah menjadi lebih teratur ada team yang mengolah bantuan lebih efektif dan sistematis. Setiap hari ada team konsumsi yang memberi  bantuan kepada para warga yang sedang Isoman, berupa makanan siap saji, buah²an maupun vitamin dan suplemen. Semua terkoordinir dengan baik. Saya yakin di tempat lainpun banyak terjadi hal seperti ini.

Sayapun membaca ada orang yang rela menggunakan rumah besarnya yang mau dijual, sementara dipakai dulu untuk tempat ISOMAN bagi warga. Ada juga orang yang menyewa rumah untuk ISOMAN anak-anak kost yang terlantar karena jauh dari orangtua dan tidak diizinkan isolasi di tempat kost nya.

Sungguh terharu melihat kejadian-kejadian ini. Ternyata masih banyak orang baik yang toleransi nya sangat tinggi di masa pandemi yang membuat banyak orang susah dan sedih.

Masih banyak orang baik di sekitar kita. Toleransi dan saling membantu dalam keadaan sulit sekalipun.

Di balik kesusahan pasti ada kemudahan.  

Semoga




* Ini postingan yg tertunda, ga sadar cmn di save bukannya dipublish. Harusnya realese bln Juli 2021.




24 Mei 2020

COVID 19

Lebaran tahun ini memang berbeda,
ada peluk cium yang tertunda,
ada salam yang lain dari biasa.
ada pertemuan yang tidak nyata,
hanya virtual semata.

Semua dilakukan demi yang tercinta,
agar terlepas dari bencana,
terpapar virus Corona.

 tidak apa.......
harus ikhlas dan rela,
tidak lupa selalu berdoa,
kepada yang Maha Kuasa,
Agar pandemi cepat mereda.

Lebaran 1441 H






1 Agustus 2015

Jangan Pernah Merasa Rugi

Ini mau ngomongin tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) Kesehatan. Terlepas dari isu kontroversial yang sedang berlangsung saat ini.

Kemarin saya bersama teman-teman menjenguk tetangga , beliau baru menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di tangannya. Dari obrolan kami beliau berobat dan dirawat di RSUD dengan menggunakan fasilitas BPJS. Beliau yang sudah sepuh  merasa sangat terbantu dan puas dengan pelayanan yang diberikan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Kami yang mendengar cerita dan melihat keadaan beliau yang berangsur pulihpun ikut senang.

Sementara itu dalam  obrolan lain, di tempat yang berbeda, saya sering mendengar orang mengeluh, merasa rugi karena telah ikut BPJS sekian lama tapi  belum pernah menggunakan, tentunya karena tidak sakit.

Bila memakai  perhitungan dagang   telah mengeluarkan uang begitu banyak tapi tidak pernah merasakan kegunaan secara langsung tentu akan merasa rugi. Tapi mengapa tidak berfikir dari sisi yang positif, sisi yang akan membuat kita lebih bersyukur .

1. Secara tidak langsung kita telah membantu/bersedekah kepada orang yang sedang membutuhkan,  yang sedang sakit dan memerlukan banyak biaya.( walaupun uang dari kita hanya sebagian kecil ) .  Jika kita melihat orang senang dan bahagia kitapun akan ikut bahagia. Kebahagiaan itu bisa menular lho

2. Bukankah kita diberikan sesuatu yang sangat berharga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan   tidak perlu pergi ke dokter. Percaya deh walaupun bisa berobat gratis...sehat itu jauuuh lebih nikmat.

Tuhan sudah memberikan keberuntungan yang berlipat kepada  kita; diberi kesehatan dan  diberi kesempatan ( membantu orang lain yang membutuhkan) .

Berhentilah mengeluh dan jangan pernah merasa rugi.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?  ( Q.S 54. 13 )


12 November 2014

Bahagia itu Sederhana

Bersyukur campur terharu perasaan saat itu..ketika sedang berjalan menuju super market di depan komplek rumah, tiba-tiba  ada yg berteriak memanggil-manggil  namaku. Berhenti di sampingku sebuah angkot dan pengemudi angkot yang masih muda itu tertawa lebar melihatku, setelah kuamati ternyata dia adalah Eko. Sudah lama tidak melihatnya tapi karena situasi yang tidak memungkinkan kami hanya saling menyapa sebentar sebelum dia melanjutkan 'tugas' dengan angkotnya.

Beberapa tahun yang lalu aku bersama beberapa teman pernah mengajar dan mendidik Eko dan teman-temanya di rumah". Mereka adalah anak-anak yang sebagian besar waktunya menggelandang di jalan, biasa disebut anak jalanan. Waktu itu  mereka anak-anak seusia SD bahkan ada yang lebih kecil lagi karena ada yang mengemis sambil membawa adiknya. Menurut pengamatanku faktor yang menyebabkan mereka turun ke jalan selain karena  faktor tekanan ekonomi, rata-rata mereka  adalah keluarga yang tidak utuh atau broken home, ada yang utuh mempunyai ibu-bapak tapi salah satu nya entah ibu atau bapak adalah ibu tiri/bapak tiri.
Selain memberi pelajaran dasar aku selalu menanamkan rasa malu untuk jadi pengemis (lebih baik jadi pemulung karena ada unsur usahanya), dan menasihati agar selalu berbuat yang tidak merugikan orang. Walaupun pada awalnya susah karena penghasilan sebagai pengemis jauh lebih besar dari pada pemulung, penyemir sapatu atau pengamen, juga dimarahi ibunya karena setoran kurang, tapi lambat laun ada perasaan malu untuk mengemis terutama pada anak yang lebih besar.

Setelah beranjak besar mereka hidup terpencar tapi beberapa di antara mereka masih sering datang ke rumah minta makan sambil bermain atau sekedar curhat. Setiap datang aku selalu meminta mereka untuk bercerita apa yang dilakukan atau dirasakan mereka. Biasanya mereka bercerita dengan antusias saling berebut dan mengadu tentang kelakuan teman mereka atau perlakuan yang mereka terima dari orang sekitarnya, ya mereka butuh tempat untuk curhat. 
Di antara mereka ada yg telah 'berdamai' dengan orang tua berhasil melanjutkan sekolah, sedang anak perempuan ada yang telah menikah,  dan  Eko termasuk anak yang paling 'nakal' di antara temannya, biarpun  belum dewasa tapi   pahitnya  kehidupan sudah dia rasakan, pengalamannya sudah banyak.
Kini walaupun 'sekedar' sopir angkot, dia telah berhasil mengangkat harga dirinya tidak menjadi pengemis atau pencopet.

Mudah-mudahan dia dapat melanjutkan hidupnya dengan lebih baik lagi... semoga!

1 Juli 2014

Napak Tilas

    "Kenangan adalah bagian dari masa lalu 
    yang mengantarkan kita ke masa depan."

Sudah lama kami; saya,  kakak dan adik-adik   mempunyai keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat "bersejarah"... bukan.. bukan sejarah bangsa seperti  museum , candi atau peninggalan bernilai sejarah  lainnnya  tapi sejarah kami bersama. Ya kami berencana untuk menyusuri rempat-tempat masa kecil, tempat di mana kami dibesarkan yang penuh kenangan indah,  atau biasa disebut ..Napak Tilas.
Awalnya keinginan itu hanya berupa wacana karena kesibukan masing-masing dan tempat tinggal yang berjauhan maka akan susah bagi kami untuk bisa berkumpul secara bersamaan. Sebulan belakangan pembicaraan kami semakin intens, berterimakasih kepada teknologi karena kami yang terpisah-pisah  bisa sering "rapat' lewat BBM dan lainnya :) . Akhirnya 'rapat' memutuskan untuk melaksanakan ' niat mulia'  ini bertepatan dengan moment menyambut bulan suci Ramadhan . Kami sepakat untuk berkumpul di rumah ibu di Bandung untuk sungkem dan pengajian menjelang bulan suci dengan agenda tambahan wisata nostalgia dan wisata kuliner :D.

Pengajian
Hari Sabtu kami berkumpul di rumah ibu dengan masing-masing membawa makanan alias botram atau istilah kerennya potluck, hanya saya yang tidak membawa banyak makanan dengan alasan paling jauh, repot, dll  -alasan yang dibuat-buat :(-.  Hari itu kami mengadakan pengajian, sungkeman kepada ibu dan bermaaf-maafan karena ingin menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih.
Keesokan harinya adalah hari yang sudah direncanakan,  menjelang siang kami berangkat, hanya sayang karena satu dan lain hal ada adik kami yang tidak bisa ikut, kami pergi berenam,  ipar saya  yang menyetir dan menemani kami ke tempat-tempat yang dituju. Bagaimana dengan anak-anak kok engga ikut ? oh mereka dengan ikhlas melepaskan emak-emaknya untuk bernostalgia  :D. Dalam perjalan aura nostalgia sudah terasa kami berebut menceritakan kejadian-kejadian yang dialami waktu dulu diiringi derai tawa berkepanjangan, hanya saja ada juga yang berperan sebagai pendengar yaitu adik yang paling kecil karena dia lahir bukan di daerah situ dan adik ipar yang tentu saja waktu itu belum kenal sama sekali.

Pertama kami menuju tempat makan di Jl. Macan yang sudah lama kami incar, dulu waktu kami masih tinggal di daerah situ rumah makan itu belum ada tapi dengan banyaknya cerita tentang tempat makan ini maka sekalian kami ke sana, juga sebagai ajang pembuktian apakah benar lokasinya di tempat dulu ada pabrik kue rumahan. Ketika kecil dulu kami sering membeli kue di sana tapi bukan kue utuh yang dibeli , pemilik pabrik biasa menjual kepada anak-anak sekolah berupa bubuknya (kue yang hancur ).. hehe., dan saya sering ketika pergi atau pulang sekolah mampir untuk jajan bubuk kue :)
Setelah mengisi perut maka mulailah petualangan itu mobil kami parkir dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Kami berkeliling mencari dan melihat tempat yang dulu berkesan bagi kami, seperti yang kami duga tempat itu sudah banyak berubah bahkan rumah tempat tinggal kami dulu bangunan nya sudah berubahdari aslinya,  tidak ada halaman tersisa padahal dulu kami merasakan halaman itu terasa luas.. Beruntung kami bertemu dengan salah seorang "keturunan" penghuni lama yang menerima kami dengan ramah dan  bertukar cerita tentang keadaan di sana, juga memberitahu siapa saja yang masih 'tersisa'di daerah tsb.  kemudian kam melanjutkan berkeliling, kami sangat senang bila melihat ada bangunan/tempat yang masih sama dengan dulu. 
Rumah lama yang masih terawat
Gembira sekali ketika kami menemukan sebuah rumah yang bangunannya masih asli dan tetap terawat, rumah yang juga dulu mempunyai kenangan karena kami sebagai anak-anak sering bermain melihat "kakak-kakak " berlatih musik di sana.Ingin rasanya mengetuk pintunya tapi rumahnya terlihat sepi dan kami ragu apakah penghuninya tidak akan terganggu dengan kedatangan kami.

 Lebih dari 2 jam kami berkeliling dan berfoto ria, kami beranjaik ke tempat penjual es campur di Jl, Putri dan menghilangkan haus dan mencicipi siomay Bandung . Setelah itu kami sembahyang Ashar di sebuah mesjid yang bersejarah bagi kami, karena dulu tiap sekolah selalu memakai jalan pintas lewat mesjid dan hampir setiap sore mengaji di sana.( yang kami ingat mesjid itu selalu direnovasi tidak pernah selesai dibangun), kebetulan  mesjid itu letaknya di Jl. Sancang dekat dengan Sekolah Dasar di mana kami dulu bersekolah, jadi saya bisa mampir melihat-lihat keadaan sekolah tsb.
jalan yang ada di sebelah ex rumah
. 
Waktu yang tersisa kami guunakan untuk mengunjungi daerah rumah kedua setelah kami pindah dari rumah pertama yaitu di  jl. M. Ramdhan. Obrolan pun beralih ke masa kami tinggal di sana, banyak kenangan yang tak terlupakan, berhenti sejenak di depan ex rumah yang telah berubah menjadi sangat besar karena pemilik sudah menyatukan beberapa rumah dan menjadi sebuah show room mobil, jadi tentu tidak ada bagian seperti yang ada di memori kami.

Kami berjalan pulang dengan perasaan bahagia karena kerinduan akan masa lalu telah terpuaskan. Secara fisisk bangunan dan tempat masa kecil tentu banyak berubah apalagi ketika waktu kecil sesuatu yang terlihat besar dan luas ( misalnya lapangan atau bangunan ) ternyata sekarang terlihat seperti berubah mengecil, .ya tentu skala pandang anak kecil dengan orang dewasa jauh berbeda. 

Kami pun berjanji akan melanjutkan apa yang telah kami awali ini apabila waktu memungkinkan. Semoga         ...........boootii...............



O ya ternyata kumpul-kumpul  ini sangat membahagiakan Ibu , berkali-kali belaiu mengucapkan syukur dan kebahagiaan bahwa kami semua dapat berkumpul bersama.
Mengharukan bagi kami ternyata sangat sederhana kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh beliau yaitu berkumpul bersama yang tidak selalu dapat kami wujudkan . 
Mudah-mudahan kami dapat terus membahagiakan beliau di masa tuanya....Amin yra

" Happiness isn't always about how much you have,

 it's about  enjoying wahat you "do" have. "   -quote central-

22 Desember 2013

Happy Mother Day (2)



MOTHER

The bright glow of this candle
Reminds me, Mom, of you.
The way you're always there for me,
The thoughtful things you do.


So many of the times wi've shared
are precious to recall.
Like the glow of candlelight,
They warm my heart and soul.



So when you light this candle
May it's warm reflection be
A reminder of how special, Mom
You'll always be to me



#a gift From my son 

Selamat Hari Ibu ( 1)

Hari Ibu !...apa yang langsung terpikirkan di benak ? pasti terbayang sosok  ibu kita dengan segala karakter dan tindak-tanduknya yang selama ini akrab dalam kehidupan kita.
Begitupun saya....



Ibu saya adalah seorang yang sederhana,  walaupun  beliau tidak berpendidikan tinggi  temannya banyak karena beliau adalah orang yang ramah dan penolong.
Dibalik kesederhanaannya beliau adalah orang yang tangguh terbukti setelah ayah saya meninggal  beliau sanggup mengurus 7 orang anak yang belum dewasa,   adik saya yang paling kecil waktu itu baru berumur kurang lebih 3 tahun.
Sifat lainnya adalah sabar dalam menerima berbagai cobaan, dan selalu melihat sisi kebaikan dari setiap orang meskipun orang itu pernah menyakiti nya. bahkan ada orang-orang yang pernah menyakiti beliau akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan dan berbalik memuji-muji beliau sebagai orang yang sabar

Dalam berteman  beliau tidak pernah  memilih ,sejak dulu  banyak penjual keliling seperti tukang sayur atau tukang kue  bahkan tukang becak akrab dengan beliau. Beliau selalu melakukan pendekatan personal, tidak jarang kalau melihat para penjual yang kelelahan atau udara panas mereka  ditawari minum teh atau kopi dingin ataupun makan walau seadanya. Intinya beliau selalu berempati dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang itu, beliau selalu mengatakan untu kbisa  menempatkan diri kita sebagai mereka ketika suatu peristiwa terjadi. Tidak heran ketika kami  pindah rumah tukang becak rela untuk libur menarik becak hanya untuk membantu membereskan dan mengangkut barang-barang kami tanpa mau dibayar, para penjualan langganan dan para tetangga pun  ikut membantu dan merasa sedih akan berpisah dengan ibu saya.
 Begitupun di tempat baru orang-orang kecil itu menjadi teman bagi beliau; bahkan beberapa penjual yang merasa berhutang budi kadang  berkunjung ke rumah walau sudah tidak berjualan lagi. 

Ada hal-hal yang saya ingat ;

- Beliau selalu menyuruh saya membeli opak yang ditawarkan oleh bi Neneng  yang sering mampir ke rumah, awalnya saya membeli dengan terpaksa karena saya dan anak-anak tidak begitu suka, tapi beliau  mengatakan bahwa kita membeli untk menolong dan menghargai si bibi ,' kan kita punya uang lebih untuk sekedar membeli opak' ,  kalau opak nya tidak suka bisa diberikan kepada orang lain.
- Jika berkunjung ke kampung pasti  ada saudara atau orang lain yang mengucapkan terimakasih kepada saya atas 'sesuatu' yang diberikan, awalnya saya bingung dan hanya tersenyum membalasnya karena  merasa tidak  berbuat sesuatu.  Tenyata ibu sayalah yang selalu memberi 'sesuatu' atas nama saya, beliau mengatakan bahwa sebagian uang yang saya kasih beliau berikan kepada mereka atas nama saya, alasannya:"biar mereka merasakn rejeki kamu",  saya tersentak...  Kalaupun ada pahala yang Allah swt  berikan, pastilah untuk beliau walaupun itu uang saya tapi beliaulah yang berinisiatif mulia.... wallahu'alam.
- Ibu  saya selalu mendoa'kan dengan tulus walaupun kepada orang yang pernah menyakitinya, karena beliau selalu melihat sisi kebaikan dari setiap orang.
- Ibu saya selalu menghormati tamunya bahkan menurut kami anak-anaknya kadang 'berlebihan', tidak heran beliau selalu mempunyai persediaan makanan khusus jika ada orang yang berkunjung ke rumah. Kami anak cucunya kerap menggoda kalau beliau mempunyai gudang bawah tanah untuk penyimpanan kue dan kripik hehe.
-Ibu saya yang sudah sepuh tidak pernah alpa mengnjungi nenek (baru setahun yll nenek meninggal), setiap selesai mengambil pensiun selalu mengajak adik mengantarnya ke sana dengan mebawa makanan kesukaan nenek yang memang selalu ditunggu. Setiap pulang tidak pernah lupa memberi uang kepada pembantu nenek walaupun tidak banyak tapi selau disertai ucapan terimakasih. Beliau mengatakan kepada kami beterimakasih karena pembantu itu sudah mau mengurus nenek yang tidak bisa dilakukan olehnya.

Dari sini saya belajar  bahwa kepada orang tua itu bukan kalau ada kelebihan atau kesempatan  baru memberi perhatian  tetapi harus dimasukkan dalam prioritas .
cucu & cicit
Saya pun belajar untuk selalu bersyukur dan menikmati yang telah diberikan oleh Allah swt apapun bentuknya. (saya selalu terbayang wajah beliau  ketika menerima pemberian dari siapapun dalam bentu apapun).

Kini ibu saya sudah berusia lanjut walaupun kebiasaan beliau tidak berubah tapi tentu fisik dan kesehatan sudah tidak seperti dulu lagi, Alhamdulillah 'buah tidak jatuh jauh dari pohonnya' ada adik-adik saya yang merawat dan menemani beliau dengan penuh kesabaran. . .we are proud of you sisters..

Semakin bertambah usia saya semakin mengerti , merasakan  dan memahahami apa yang menjadi kebiasaan beliau, ketulusan dalam memberi, keikhlasan dalam menolong.
 Mudah-mudahan saya mampu  mengikuti langkah beliau   yang luar bisa ini. 


Ibu saya orang yang sederhana tetapi hatinya seluas samudra.


Cumi Ranger

Semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan dan umur yang berkah disisa hidupnya
Amin..amin ya Rabbal alamin

22 November 2012

HAMDALLAH


Allah Ya Rabb.. 

Izinkanlah kembali aku bersimpuh dihadapanMu,
maafkan aku kali ini tidak untuk meminta seperti biasa,
tapi aku ingin mengucap syukur yang tak terperi,
atas segala karunia yang telah engkau limpahkan kepada kami,
kebahagiaan yang tak terkira atas nikmat yang telah Kau beri,
syukur ..dan ..syukur yang tiada henti
Alhamdulillahirabbil'alamiin.........

2 Oktober 2012

Yang Kunanti

tik..tik..tik..tik.
hujan rintik-rintik
gerimis
 yang lama ditunggu
yang lama dirindu
krna panjangnya kemarau
tik.....tik...t ..i..k..,
ah.. kenapa  berhenti
.kenapa hujan tidak jadi..
panas semakin menjadi

rain in Paris


bbbrrr.........
tiba-tiba langit gelap
hujan mengguyur di senja hari
..syukur pada MU..
hujan yang diharap-harap
 setelah sekian lama dinanti
memuaskan rasa rindu






oh senangnya
akhirnya
kesempatan itu datang juga

kembali dapat mencium ..
bau tanah dikala hujan...
 


11 Juli 2012

a p a k a h Lucu = Kasar... ?!?!?!

Pertanyaan ini selalu menggelitik setiap melihat tontonan lawak / komedi /lucu-lucuan di televisi. Apa yang ditampilkan okeh para komedian  dan beberapa host acara di TV memang (menurutku) sering di luar batas kewajaran .Kasar yang ditampilkan bukan hanya dialog atau kata-kata celetukan  yang dilontarkan tapi kadang gerakan atau perlakuan terhadap lawan main , bahkan ke penonton/pemirsanya pun sering terjadi ucapan/perlakuan yang kurang pantas.. Coba perhatikan mereka sering mengeluarkan kata-kata makian, melecehkan  bentuk fisik, merendahkan atau menghina  warna kulit , meremehkan golongan tertentu, memberi julukan dengan istilah-istilah yang mengandung ejekan. Tingkah laku dan gerakan tubuh pun sering keterlaluan ; menarik dan mendorong badan sampai terjatuh diiringi tawa terbahak-bahak , taburan bedak atau lempar-melempar makanan pun sering dilakukan. Hal-hal demikian mungkin pada awalnya menimbulkan kelucuan karena orang yang melihat kaget tapi selanjutnya terasa memuakkan.
 Terakhir muncul kasus Olga  yangmendapat peringatan dari KPI  (Komisi Penyiaran Indonesia) karena celetukannya dirasa menyinggung  penonton dan golongan tertentu dan ini bukan pertamakalinya buat dia  :(

Pertanyaan selanjutnya siapakah yang bertanggung jawab atas semua ini ?  apakah para pemain atau para produsernya. Selayaknya semua pihak harus bertanggung jawab, tidakkah mereka sadar apa yang dipertontonkan akan dilihat oleh banyak orang , mulai anak kecil, remaja sampai dewasa.  Bagi anak kecil apapun yang dilihat bisa jadi contoh buat mereka, apalagi dalam pikiran mereka sangat menyenangkan karena semua orang tertawa; bagi remaja akan membuat perasaan mereka tidak peka terhadap hal-hal yang bisa menyinggung orang lain dan bagi orang dewasa yang betah menonton hal yang demikian kemungkinan besar mereka telah imun dan lupa pada apa yang pernah mereka ajarkan pada anak-anaknya tentang memperlakukan hal yang baik dan tidak baik  terhadap orang lain.

Apakah tidak ada canda atau lawakan yang lebih cerdas darpipada ha-hal yang disebutkan di atas, atau apakah di negeri ini  Lucu.. = Kasar..  ????

Kembali pada kita sebagai penonton maukah kita terus dibodohi, kalau mereka sebagai produser tetap melakukan pembodohan maka saatnya kita harus menjadi konsumen yang cerdas ..!!!


baca juga :

media-literacy



10 Mei 2012

Pertanyaan yang...!

Masih tetep saja ada wartawan yang mengajukan pertanyaan konyol  .."bagaimana perasaan anda/ibu/bapa..ketika mendengar berita ini ?"  kepada orang yang sedang terkena musibah...

Pertanyaan yang menunjukkan kebodohan, kekonyolan..............!!!!???????!!!!!!!!!!!!!!



20 April 2012

Bergegaslah ..!!!


Beberapa waktu yang lalu ada selebriti meninggal dunia, beritanya segera marak di TV terutama berita infotainment.  Ada hal yang menyentak dari peristiwa ini, bukan  cara atau alasan meninggal yang menjadi penyebabnya, tapi  jawaban-jawaban dari rekan dan teman terdekat   almarhum lah  penyebabnya.
 Teman-temannnya sesama  artis ketika diwawancara kapan mereka terakhir ketemu dengan almarhum, banyak yang menjawab bahwa mereka sudah berniat mau menengok tapi belum sempat karena kesibukan, atau  mereka sudah telponan sama almarhum dan berjanji mau datang tapi belum ada waktu kosong, ada yang berniat hari ini mau nengok tapi ..terlambat..
Penyesalan selalu datang terlambat  biasanya diiringi dengan berbagai kalimat :…coba kalau waktu itu..bla..bla bla….,   kenapa ya waktu itu tidak.bla..bla…,  dst..dst.
Itulah yang banyak terjadi sekarang , masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri  waktu yang 24 jam sehari  terasa kurang.
Mungkin hal ini bisa menjadi bahan instrospeksi bagi kita ( bagi saya terutama ) agar segera melakukan hal-hal  yang diniatkan, agar tidak melupakan silaturahmi  dengan teman, saudara apalagi orang tua dan anak.   Dalam ajaran Islam menengok orang sakit dan memenuhi  undangan adalah hal yang sangat dianjurkan.


Jadi bila mendengar teman atau saudara kita sakit jangan ditunda untuk menengoknya, untuk menghiburnya, untuk mempererat  jalinan rasa yang sudah ada. Jangan sampai kesibukan menghalangi  pertemuan dengan teman atau kerabat , apalagi jika mereka sedang kesepian atau menderita dan membutuhkan teman, jangan  sesal yang kemudian menghantui.
Kalau sudah berniat baik lakukanlah,   jangan  sampai kehilangan  kesempatan  dan menyesal kemudian....bergegaslah …!!!



4 Maret 2012

Cassy


Cassy…!!! Cassy…!!
Aku memangil  Cassy  begitu sampai di rumah, tidak seperti  biasanya rumah sepi, biasanya begitu sampai rumah cassy pasti menyambutku dengan riang .
Siti pembantuku segera menghampiri dan mengatakan bahwa cassy  dari pagi terlihat lemas dan sekarang  ada di tempat tidurnya.  Bergegas aku menuju ke tempat Cassy, terlihat dia meringkuk di bawah selimut, dan ketika kuhampiri matanya menatap sayu sambil mengerang lemah.  Segera kuhampiri dan kuelus-elus, aku memang menyayanginya seperti menyayangi anak sendiri. Ya , sejak kepindahan Nita anakku  mengikuti suaminya ke luar negri, keberadaan  Cassy  menjadi semacam obat penawar kesepian bagiku. Aku mengurusnya dengan penuh rasa sayang  apalagi cassy sangat penurut dan cerdas.  Apa saja kebutuhannya aku penuhi, mainan  cassy bertebaran di rumah, baju-baju yang lucu, pita dan acsesoris lainnya , makanan selalu kupilihkan yang bergizi , secara rutin aku periksakan ke dokter  bahkan sebulan dua kali aku ajak ke salon  , sehingga Cassy tampak lucu dan sehat. Saudara dan teman  yang melihat perlakuanku menganggap  aku berlebihan, tapi aku tak perduli yang penting Cassy senangdan akupun bahagia. 

Aku baru ingat mungkin Cassy sakit  karena  terlalu  capek,  dua hari yang lalu dia baru saja ikut semacam  lomba , jadi dari beberapa hari sebelumnya sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan lomba, memilih baju yang akan dipakai,  latihan  & lainnya.  Dan memang hasilnya tidak mengecewakan dia berhasil menjadi  juara 2, sungguh membanggakan.  Ada perasaan bersalah  melihat dia terkulai lemah.

Menjelang sore Cassy   masih lemas , aku memutuskan untuk  membawanya ke dokter. Segera  aku telepon dokter langganan  untuk membuat janji dan karena dokter itu baru pindah tempat praktek aku menanyakan detail lokasinya biar tidak susah mencari.  Sekitar jam 19 00 aku membawa  Cassy,   tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai tempat praktek dokter,  aku membaca papan  namanya untuk meyakinkan ini alamat baru  dokter tesebut.
 Dokter menyambut kami dengan hangat :“Hallo .. Cassy  ..”, sapanya sambil mengelus Cassy, memang dokter ini adalah langganan Cassy jadi Cassy pun sudah akrab dengannya.  Setelah memeriksa , dokter mengatakan bahwa Cassy hanya kelelahan  perlu istirahat dan tambahan vitamin. 
Setelah selesai  kami berpamitan, aku lega Cassy  tidak terkena penyakit yang parah, sambil ke luar pintu pagar sekali lagi aku baca papan  nama dokter itu  :

                                                              dr. hewan  Wiyanti Kusumo
                                                             Praktek  jam  :  1700  s/d   20 00
                                                                 Atau dengan perjanjian
                                                                                                                             
                                                                                                                                                                                                         Aku  bergegas ke mobil  sambil menggendong Cassy anjing pudel kesayanganku…

21 Februari 2012

Stand Up Comedy

Stand up Comedy..saya menyukainya,  walaupun baru mengenal dekat beberapa bulan yang lalu  tapi hampir tidak pernah melewatkannya bila ada tayangannya di televisi.    Tampilannya berbeda dengan lawakan biasa, rasanya lebih cerdas, tapi sepertinya tidak semua orang bisa menikmati ,  paling tidak harus punya 'pengetahuan'  dan 'bahasa' yang hampir sama dengan para penampilnya karena standa up comedy terasa lucu bukan dari gerak tubuh tetapi dari apa yang dutarakan oleh penampilnya.

Beruntung dapat menikmati live show nya di Taman Ismail Marzuki pada hari Sabtu  18 Februari 2012, pertunjukan dari 8 orang comic ( sebutan orang yang melakukan stand up comedy) yang tampil secara bergantian dan  dikemas berbentuk cerita ringan dengan benang merah sebuah koper, itulah sebabnya judul pertunjukkan ini. adalah   "Koper."
Pertunjukkan yang belangsung selama 3 jam ini berhasil membuat penonton tertawa sepanjang acara ..luarbiasa.., tidak ada istilah mengantuk ketika menonton semua terjaga dan...tertawa...two thumbs up  !

ini sebagian dari pernampilan para comic :


8 Februari 2012

Indahnya Kebersamaan


Hari Minggu pagi saya sudah bersiap-siap untuk bergabung  diacara yang sudah dirancang kira-kira sebulan yang lalu ,  ya.. pagi  itu di kompleks perumahan kami   ada acara yang lain dari biasa yaitu..pengobatan gratis bagi warga kurang mampu di sekitar kompleks  .  Acara ini terselenggara atas kerjasama berbagai  pihak  mulai dari   pengurus Masjid,  Majlis Taklim ibu-ibu, RT/RW  dan   warga masyarakat  ( terutama ibu-ibu ) yang selalu siap menjadi panitia untuk mebantu kegiatan-kegiatan  sosial. Sebetulnya acara ini akan  diadakan di area TK  yang ada di mesjid  kompleks tapi karena bersamaan dengan acara lain maka acara ini di adakan di rumah Bapak/Ibu RW, kebetulan ibu RW adalah fasilitator acara ini karena kantor beliau  adalah  penyandang dana dari Yayasan yang bergerak dalam  kegiatan sosial dimana banyak  dokter  muda yang bergabung di sana. Jadi inilah team kami yang akan  menyelenggarakan  ‘kegiatan sosial’  ( istilahnya  keren  ya ).

Sebelumnya kami hanya berkoordinasi satu kali pertemuan, tapi karena sudah sering bekerja sama jadi sudah tahu porsi masing-masing,  selanjutnya  sharing ( karena dalam kegiatan ini tidak ada istilah instruksi)  dilakukan melalui  telpon, SMS, BBM, chatting,dll  ( beruntung hidup di jaman serba canggih ) .  

Sehari sebelum hari H bagian perlengkapan sudah memasang tenda ,  menyiapkan kursi dan keperluan lainnya.  Pagi-pagi pada hari H waktu saya datang  semua nya sudah tertata rapi.  Ternyata  sudah ada  calon pasien yang sudah duduk menunggu  padahal  belum waktunya, mungkin takut  terlambat dan mengira akan ada  antrian  panjang. .  Tidak lama  kemudian berangsur-angsur pasien lain  berdatangan . 
Pada saat itu tiba-tiba datang mobil catering yang akan mengantarkan kambing guling,  wah.. apa ibu RW akan menjamu kami dengan kambing guling pula.. .ketika ditanya   ternyata  pemesannya adalah orang  yang sedang pesta   di dekat area mesjid , mungkin mereka mengira kami yang memesan karena melihat ada tenda dan ada keramaian  di sini …hmmm… untung belum dibawa masuk …

 Jam 8.30 pendaftaran pasien  pun segera dimulai, panitia sudah mulai bergerak ke posisi masing-masing. Sekitar jam 9.00 rombongan  team kesehatan ( dokter dan team apoteker)  datang ,dengan  sigap   mereka menata semua nya  dalam waktu yang relatif cepat.  Team kesehatan kami sambut dengan hangat karena bebrapa orang sudah  kenal.  Sebagian  dari  ibu-ibu panitia   sudah  bergabung sejak lama  dan sering bekerja sama dengan team kesehatan ini, antara  lain : di  lingkungan kami sudah 3 kali mengadakan pengobatan gratis; ketika terjadi bencana alam Situ Gintung thn.  2009, kemudian  di daerah  Ciledug, bahkan pernah sampai ke pelosok Serang Banten.  Jadi meskipun ada dokter yang berganti  tapi ada beberapa orang dari team itu yang masih kami kenal.           
Setelah itu acara dimulai dengan sambutan dari  Ibu Ketua Panitia dan dari Bapak RW  yang sejak  pertama sudah ‘mengawal’ acara ini ( terimakasih pak RW )  ,  kemudian ditutup dengan pembacaan doa.

Beragam pasien yang datang berobat dari mulai balita, ibu hamil sampai nenek / kakek  dengan bermacam penyakit  yang dikeluhkan mulai dari batuk pilek, gata-gatal sampai penyakit yang biasa diidap oleh orang tua reumatik ,sakit pinggang, darah tinggi dan asam urat.  Ada  bermacam kejadian pula seperti   salah pengertian ketika  2  orang Bapak  datang dengan kupon ditangan, mereka  mau periksa  gula darah dan pemeriksaan laboratorium lainnya, tentu saja layanan seperti itu tidak tersedia , si bapak tampak kecewa sambil mengatakan bahwa dia hanya perlu periksa darah yang hasilnya akan dibawa ke dokter pribadi……ohh..    Ada  3 anak kecil berumur sekitar  11 th yang datang tanpa orang dewasa,  sepertinya mereka sepakat daripada bermain lebih baik berobat, keluhannya  ..mau minta vitamin, kurang nafsu makan.. ah.. syukurlah rupanya mereka sudah mengerti menjaga kesehatan. Ketika pasien sudah tidak ada, datang lagi 2 orang  pasien terpaksa disuruh menunggu karena dokter sedang makan, selesai para dokter makan ternyata 1 orang pasien menghilang kata temannya pergi dulu entah kemana, dokter yang baik hati mau menunggu sang pasien, ketika datang ternyata dia pulang makan  ..eh dia tidak mau kalah,  dokter makan dia juga pulang  makan dulu  :D

Jumlah pasien yang berobat mencapai  hampir 200 orang, walaupun jumlah pasien cukup banyak Alhamdulillah semua berjalan tertib tidak terjadi saling berebut atau saling  mendahului  karena sistemnya berjalan baik, apalagi bagi para pasien disediakan minuman  dan makanan ringan yang cukup mengenyang kan  bisa dimakan sambil menunggu giliran. Pengobatan berlangsung lancar  dan  lumayan  cepat  karena team kesehatan membawa  4 orang dokter ditambah  ibu dokter  dari warga  kami yang sukarela menyumbangkan tenaganya .

pemeriksaan dokter
giliran dipanggil


menunggu resep dokter


Terakhir giliran ibu-ibu panitia yang ikut diperiksa, ternyata ibu-ibu yang penuh semangat ini perlu juga pemeriksaan dokter  ,  ada beberapa orang yang tensinya tidak normal, ada  yang tensinya tinggi , ada yang rendah, ada yang stress  malah ada yang curhat…hehe..

Tim Panitia & Tim Kesehatan  (berpose dulu sebelum pulang)

Sekitar jam 13 40   team kesehatan beranjak pulang tidak lupa ada  sesi  foto-foto , maklum ada juga  ibu-ibu yang narsis  :D
Kami pun beres-beres dan satu persatu meninggalkan rumah Bapak/Ibu  RW, jam menunjukkan  pukul 15 10  ketika rombongan terakhir pulang  setelah  ‘saling curhat’ seru seperti  biasa   :D


Kebersamaan adalah hal yang indah !
Bisa berbagi  adalah  berkah !


Sampai bertemu lagi di event lain.
Mudah-mudahan  Allah  masih memberi  kesempatan…..amin



3 Februari 2012

Rekayasa Bahasa

Tidak dapat dipungkiri dalam berkomunikasi bahasa merupakan suatu hal yang teramat penting. Pengguna bahasa harus lah memahami betul apa makna yang diucapkan jangan sampai membuat pengertian yang ambigu karena akan mengakibatkan kesalahpahaman diantara keduabelah pihak. Komunikasi akan lebih baik jika kedua belah pihak ( komunikator dan komunikan ) atau yang sedang berbincang-bincang mempunyai kesamaan ‘bahasa’.

Orang-orang  yang merasa satu ‘kelompok’ baik dari segi umur atau pergaulan mempunyai ‘istilah/bahasa’ yang hanya dimengerti oleh kelompok mereka saja.Tak jarang satu kata atau kalimat  direkayasa; diperhalus agar tidak mendapat reaksi keras atau  dibolak balik letak hurufnya, bahkan dimanipulasi  agar tidak dimengerti oleh orang di luar kelompoknya.
 Misalnya kaum waria mempunyai bahasa khusus diantara mereka; ada pula bahasa ‘gaul’ yang pernah ngetrend pada masanya; dan yang lumayan menghebohkan beberapa waktu yang lalu adalah bahasa alay, yang unik alay ini mempunya bahasa sendiri tidak hanya bahasa lisan tetapi juga bahasa tulisan yang jika dibaca dibaca oleh orang di luar kelompoknya apalagi yang berumur jauh di atas mereka akan membuat mata berkunang-kunang karena pusing :D.
Selain bahasa khusus ada juga bahasa yang diperhalus (eufemisme) misalnya : ditangkap jadi ‘diamankan’,  harga yang dinaikan menjadi ‘disesuaikan’, dll.
Dan yang teranyar,  sedang hangat-hangatnya ramai dibicarakan diberbagai media  adalah bahasa khusus para ‘elite’ politik untuk memanipulasi arti kata yang sebenarnya , yaitu istilah ‘Apel Washington’, ‘Apel Malang’, ‘Pelumas’, ‘Ketua besar’ dan ‘Boss besar’  :D

Dolar

Rupiah


Bisa jadi sipemakai merasa kalau kata asli yang dipakai akan terasa terlalu kasar, yang pasti  tidak ingin diketahui maksudnya   karena   mereka tahu bahwa perbuatan yang dilakukan itu salah ! …jadi.. tahu malu  juga ya mereka   :D
 Padahal jika   tahu bahwa perbuatannya salah tapi tetap dilakukan berarti ..ter..la..lu..  
( niru  gaya bang Rhoma he..he )


Jadi  bila  punya kelompok yang ingin terlihat eksklusif silakan membuat bahasa khusus  tapi jangan sampai yang dilakukan merugikan masyarakat seperti yang dilakukan orang-orang ‘terhormat’  yang ‘ ( tak ) tahu malu’  itu….:(

16 Januari 2012

Look Into Your Heart

Tak terasa 2011 sudah lewat beberapa hari ...
 Mencoba bermuhasabah..  .melihat rentang perjalanan dari awal sampai penghujung tahun, merenung melihat ke dalam... ke dalam hati sendiri ,  apa yang telah didapat ?, apa yang telah dikerjakan selama setahun kemarin ?, apakah mensyukuri  yang telah diterima atau malah banyak mengeluh dan menyesali diri ?
Sejujurnya selama itu  keinginan muluk  banyakk dan tentu saja tidak terpenuhi, karena mungkin terlalu muluk sehingga mungkin menurut Allah Swt tidak sesuai dengan kapasitas diri  atau mungkin..belum waktunya  (tetep optimis ).
Kadang ada kecewa yang dirasa , menyesali diri....mmm...tentu tidak..  karena  pada satu moment Tuhan memalingkan wajah saya ke arah lain...melihat sekitar yang selama ini terabaikan.kemudian  bertanya pada diri sendiri  kenapa selama ini saya abaikan.

Ya..melihat ke sekitar untuk melihat keadaan orang dan lingkungan yang membuat saya tertegun mengapa selama ini selalu melihat keberhasilan yang besar sedangkan pencapaian kecil tidak pernah disyukuri, kenapa momen besar menjadi obsesi sementara keseharian yang menyenangkan terabaikan  karena dianggap kecil., sepele,biasa banget... .agh..
Kenapa saya tidak bisa mensyukuri mempunyai keluarga yang sangat mencintai, keluarga kecil, keluarga besar,teman, sahabat.. . yang selalu memberi perhatian-perhatian kecil yang biasanya dianggap sebagai suatu kewajaran  tapi ..  ternyata tidak semua orang bisa memperolehnya,  banyak orang tidak merasakannya dan masih banyak yang mendambakan seumur hidupnya.
Banyak yang bisa membuat tersenyum atau bahagia dari hal yang biasa; suami yang selalu siap membantu kalau saya kerepotan, teh hangat buatan anak kalau saya kurang enak badan, sapaan SMS dari anak-anak yang sedang sibuk, kumpul dan ngobrol bersama anak menantu di akhir minggu, hang out bersama teman, teman yang sering mengingatkan suatu hal yang harus dilakukan, melihat ibu yg masih sehat dan selalu mendoakan  setiap saat, bercerita sampai larut jika bertemu adik-adik ..dan...masih bisa mencium aroma rumput-rumput yang baru dipotong , melihat semburat merah di langit, dan mencium bau tanah ketika disiram hujan  ..ya......kenikmatan-kenikmatan kecil  yang bisa terjadi kapan saja. ..sungguh tak tergantikan 

Jangan pernah abaikan kejadian -kejadian kecil yang dialami sehari-hari karena memberikan keajaiban  yang menimbulkan  efek  luar biasa...Alhamdulillah..

an inspiring song :
                                                            Ordinary Miracle
                                                        by  Sarah MClachlan

22 Desember 2011

Selamat Hari Ibu !

Cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya tidak  seperti makanan yang dapat dibagikan kepada anaknya dengan sama rata , karena seorang ibu akan memberikan seluruh cinta dan kasih sayang kepada setiap anaknya -jadi berapapun jumlah anaknya maka masing-masing akan memperoleh 100% cinta kasihnya.

  Begitulah yang saya rasakan sebagai seorang ibu dari 3 anak dan itu pulalah yang saya dapatkan sebagai seorang anak dari 7 bersaudara dari ibunda tercinta.

Penghargaan yang sangat tinggi buat  para ibu yang telah mendedikasikan hidupnya untuk anak dan keluarga.

 
 Selamat Hari Ibu ...  !!

2 Desember 2011

Bintaro Buah Pengusir Tikus ?

Kira-kira sebulan yang lalu  ketika pulang dari rumah seorang teman yang baru pindahan, di luar pagar rumahnya kami  melihat sebuah pohon yang banyak buahnya dan ada  yang berjatuhan tapi tidak ada yang memungut karena katanya  buah  itu tidak bisa dimakan.  Rasanya  saya  sering melihat pohon itu di tepi jalan tapi tidak tahu nama pohonnya dan ternyata teman-teman  juga tidak tahu nama pohon itu.

Tiba-tiba salah seorang teman ( sebut saja  K ) nyeletuk   ;" o..itu  namanya pohon Bintaro, dan buahnya itu bisa buat mengusir tikus lho ..",

 Spontan teman-teman ( yang semua  sudah emak2  :D )  menyahut :
" ah.....masa.......!! "
" ah..bercanda  ya..."
" tikusnya ditimpuk pake buah itu ya ?"
"gimana caranya, dikupas atau ditumbuk  ?

dengan tenang Ibu K  menjawab   :  " betul koq saya sudah pernah mencoba, dan buah itu tidak perlu dikupas cukup diletakkan begitu saja di tempat  tikus sering lewat"

Antara percaya dan tidak  tapi ada juga teman yang mengambil buah yang jatuh itu untuk dicoba.

Lama waktu berlalu saya sudah lupa, tadi ketika jalan pagi bersama suami kebetulan melewati perumahan yang di tepi jalannya banyak berjejer pohon bintaro itu,. ..tring...saya jadi teringat cerita tadi, dan menceritakannya pada suami... kita coba saja apa salahnya... kebetulan ada buahnya yang jatuh jadi saya ambil dan kemudian  diletakkan di belakang rumah yang sering dilewati tikus.

Tadi langsung saya search di internet , eh ternyata benar adanya...:)

Coba lihat di sini, mungkin ada yang belum tahu bentuk pohon Bintaro, siapa tahu ada disekeliling rumah dan mau mencoba  :

http : // ksupointer.com/buah-bintaro-buah-beracun-yang-bermanfaat

Mudah-mudahan bermanfaat..!